Senin, 14 Desember 2009
Teringat masa kecilku kau peluk dan kau manja.
Indahnya saat itu buatku melambung.
Disisimu terngiang hangat nafas serta harum tubuhmu.
Kau tuturkan segala mimpi2 serta harapanmu.
Kau ingin ku manjadi yg terbaik bagimu.
Patuhi perintahmu jauhkan godaan.
Yg mungkin ku lakukan dlm waktuku beranjak dewasa.
Jangan sampai membuatku terbelenggu jatuh dan terinjak.
Tuhan Tolonglah...
Sampaikan sejuta sayangku utknya.
Ku terus berjanji tak kan hianati pintanya.
Ibu dengarlah betapa sesungguhnya ku mencintaimu.
Kan ku buktikan ku mampu penuhi maumu.
Andaikan detik itu kan bergulir kembali.
Ku rindukan suasana basuh jiwaku.
Membahagiakan aku yg haus akan kasih dan sayangmu.
Tuk wujudkan segala sesuatu yg pernah terlewati.
Tulisan ini ku buad utk seorang wanita yg sangat berjasa dlam hidupku.
Seorang wanita yg sangat aku cinta dan sayang di dunia ini.
Seorang wanita yg telah mengandungku selama 9 bulan.
Seorang wanita yg 16 tahun lalu telah melahirkanku dgn penuh perjuangan.
Seorang wanita yg rela mengorbankan segenap nyawanya demi melahirkanku.
Seorang wanita yg dengan penuh kesabaran & kasih sayang merawatku hingga q menjadi seperti sekarang ini.
Dia adl Ibuku.......
Masih teringat jelas dibenakku saat aku sakit engkau merawatku dgn sabar & tlaten hingga aku sembuh. Engkau selalu mengingatkanku utk makan & minum obat agar aku cepat pulih kembali.
Masih teringat pula nasihatmu saat aku pertama kali keluar dgn seorang teman cowokku "jek cilik ojo pacaran ndisik,sekolah ndisik sink pinter" itu katamu. Tapi apa yg aku lakukan, aku malah nggak ndengerin ucapan beliau. Kini aku baru sadar mengapa dulu engkau melarangku untuk pacaran dulu. Mungkin itu semua engkau lakukan karena engkau takut jika aku sakit hati saat pacaran. Dan dpt mengganggu prestasiku. Karrena memang saat itu usiaku masih terhitung belum bisa mengendalikan emosi.
Ibu.......
Nasihatmu memberi kekuatan utkku.
Rangkulanmu menjadi penyangga kerapuhanku utk menapaki jalan hidupku.
Ibu.......
Dalam kelembutan cintamu, kulihat kekuatan dalam tangis air matamu.
Betapa berharganya engkau bagiku Ibu.
Tapi apa yg ku lakukan utk membalasmu???
Sering kali aku marah padamu jika apa yg aku mau tak kau turuti.
Sering kali aku tak mndengarkan kata2mu jika engkau menasihatiku.
Sering kali aku bohong kepadamu demi kesenanganku.
Dan sering pula aku mengeluarkan kata2 kasar dari mulutku jika engkau memarahiku.
Tapi apakah engkau pernah dendam kepadaku????
Tidak.....
Engkau tak pernah sekalipun dendam kepadaku, bahkan engkau elalu berdoa utkku setiap hari.
Ya Allah......
Apa yg telah aku lakukan kepada Ibuku???
Aku telah banyak berbuat dosa kpdanya.
Lalu ap yg harus aku lakukan utk membalas segala jerih payah dan ketulusanmu???
Yaaahhh......
Aku tahu...
Salah satunya adl cita2ku.
Aku harus bisa meraih cita2ku & impianku.
Aku berjanji Ibu aku akan membuatmu bangga & bahagia.
Ibu....
Jasamu,
Kasih Sayangmu,
Dan Ketulusanmu sungguh berarti bagik.
Terima Kasih Ibu engkau telah merawat & membesarkanku hingga aku menjadi sepert saat ini.
Kini aku ingin minta maaf kepadamu dengan apa yg telah aku lakkan kpdamu Ibu.
Maafkan aku Ibu jika aku sering menyakiti hatimu.
Maafkan aku Ibu jika aku sering berbohong kpdamu demi kesenanganku.
Maafkan aku Ibu jika aku sering membantah naihat2mu.
Yg aku tahu kini, aku begitu menyayangimu.
Aku tak tahu apa jadinya aku tanpamu.
Tolong jangan tinggalkan aku utk selama-lamanya Ibu.
Sungguh kasih sayang dan pengorbananmu tak akn pernah terganti sepanjang jaman.
Aku Sayang Engkau Ibu.
I Love U So Much Mom.....
Selasa, 08 Desember 2009

Cinta
Adalah Fana.
Seperti Nyawa,
Setangkai Bunga,
Hampa…
Perasaan Manusia…
Adalah Jalan Tanpa Akhir…
Cinta, Apakah Sebuah Impian,
Ataukah Kenyataan…???
Itu Adalah
Sinar
Kenangan
Kehidupanku….
Cahaya Mungil..
Yang Ada
Di Dalam Hatiku…
Sebuah Keajaiban…,
Yang Memiliki
Kehidupan…
Melewati
Ruang Dan Waktu…
Itulah Cinta….!!!!
Rabu, 25 November 2009

Ketika cinta kembali menyapa
Ku terjatuh tiada daya
Lisanku tak mampu bicara
Pandanganku tak mampu menyapa
Kini cinta itu kembali bersemi
Menghiasi hati yang pernah tersakiti
Menerangi mata yang telah buta
Menyapa jiwa yang pernah terluka
Kini cinta itu kembali tumbuh
Mengangkat tubuhku yang rapuh
Menghibur mata yang menangis
Menghibur jiwa yang terkikis
Kini cinta itu kembali datang
Menenangkan pikirang yang bimbang
Menyapa hati yang sedih
Menyapa jiwa yang merintih

Guru itu adl sesosok pahlawan tanpa tanda jasa yang dapat melekat dalam hati sanubari.
Guru itu adl sesossk pahlawan yang dapat memberi semangat baru dalam perjalanan menuntut ilmu.
Mereka mampu memberi cahaya disetiap sel-sel otak yang kosong agar kaya dengan ilmu pengetahuan.
Itulah yang saya temukan pada guru-guru yang mengajar saya dari TK hinggga sekarang ini.
Ada satu kenangan yang tak trlupakan dngan salah seorang guru SMP ku di SMP Negeri 1 Boojonegoro.
Beliau bernama ibu "Taty Yudha" seorang guru pelejaran Matematika di SMPN 1 Bojonegoro.
Beliau adl sosok guru yang sabar,ramah,dan penuh kasih sayang dalam menghadapi para anak didiknya.Dengan penuh kesabarannya beliau mengajarkan satu persatu materi hingga anak didiknya menjadi mengerti dan paham akan matri itu.
Sering kali beliau menjadi tempat curhatku dan teman-teman ketika kami sedang ada masalah. Beliaupun juga tak segan-segan untuk memberi solusi terhadap masalah yang kita hadapi.
Sering kali aku dan teman-teman membuat ibu marah dan jengkel. Tapi ibu selalu memaafkan kesalahan kami dan tak segan-segan menegur kami jika kami melakukan kesalahan,itupun ibu lakukan agar kami bisa membenahi kesalahn kami dan agar kami tidak mengulanginya lagi.
Aku yang dulu tak mengerti tentang rumus-rumus Matematika,sekarang aku bisa lebih mengerti tentang rumus-rumus itu berkat ibu.
Aku yang dulu sering sekali mengeluh dengan masalah-masalah yang aku alami,kini aku mencoba lebih dewasa untuk berpikir dalam menghadapi masalah-masalahku berkat naehat-nasehat ibu.
Aku tak tahu apa jadinya aku sekarang tanpa ibu. Kini aku hanya bisa berkata "Terima Kasih Ibu atas jasa-jasa,perhatian,kasih sayang dan ilmu yang ibu berikan untukku". Engkau tak kan pernah kulupakan sampai kapanpun ibu.
Dan SELAMAT HARI GURU utuk para guru-guruku. Jasa-jasamu tak pernah aku lupakan hingga akhir hayatku.
Terima Kasih para Bapak Ibu guru yang talah membimbingku dari aku tak tahu apa-apa hingga aku menjadi seperti sekarang. Semoga ilmu yang telah Engkau berikan bisa bermanfaat bagiku untuk masa depanku kelak nanti.Amien.......











